Mencari Tahu Perbedaan Sistem Operasi dengan Bios

Sebagaimana kita tahu, komputer ini menjadi perangkat yang sangat penting bagi masyarakat dunia. Dengan adanya komputer, masyarakat dunia dengan berbagai macam kegiatannya bisa jadi jauh lebih cepat, mudah dan efisien. Jadi tidaklah ayal, jika fungsi dari komputer saat ini bisa tergantikan langsung oleh penggunaan laptop yang jauh lebih Mobilitas jauh tinggi daripada komputer itu sendiri. Walau begitu, komputer masih banyak juga dipergunakan dalam beberapa keperluan yang memanglah tidak perlu dilakukan lagi secara mobile. 

Peran dari komputer dan juga Laptop ini tentu saja tidak bisa semaksimal mungkin. Kedua alat perangkat ini membutuhkan komponen perangkat lunak yang paling utama seperti Bios dan juga Sistem Operasi atau OS. kedua komponen ini juga merupakan nyawa bagi hadirnya Komputer dan Laptop. BIOS sudah menjadi komponen utama atau nyawa paling dasar dikarenakan memiliki fungsi untuk mengecek secara langsung semua komponen yang memang sudah langsung terpasang pada komputer serta laptop. Sedangkan untuk Sistem Operasi atau OS ini sudah menjadi nyawa utama dikarenakan mampu dalam memfasilitasi penggunaan komputer atau juga laptop dengan komponen-komponen pendukung yang lainnya. 

Tentulah , dengan kedua komponen ini pasti bisa memiliki fungsi dan juga perbedaan yang sangat amat ketara sekali. Memangnya apa saja perbedaan yang bisa kami ketahui dari para penggunaan tentang BIOS dengan OS ini sendiri ? berikut ini, kami akan berikan sedikitnya penjelasan tentang perbedaan dari kedua komponen tersebut. 

Apa yang Dimaksud dengan BIOS ? 

Jadi, Bios ini merupakan singkatan langsung dari “ Basic Input Output System “. Dimana ini adalah Software yang langsung ditulis dalam bahasa Assembly dan akan langsung bisa dijalankan terlebih dahulu sebelum benar-benar sistem operasi ini bisa dijalankan. BIOS ini sudah langsung tertanam di dalam sebuah Chip ROM atau Flash Memory yang memang berbahan dasar Complementary Metal Oxide (  CMOS ) yang mana , Chip ini sudah langsung terdapat pada Motherboardnya. 

Untuk bisa menjaga pengaturan dari BIOS dan Tanggal yang telah diatur tidak akan tereset reset atau kembali pada pengaturan awal meski komputer sudah dimatikan, maka akan terdapat baterai yang disebut langsung dengan CMOS tadi. 

Fungsi Utama dari BIOS ini adalah memberikan instruksi untuk langsung mengidentifikasi hardware yang memang sudah terpasang langsung pada sistem komputer ataupun laptop ketika sudah mulai booting. Untuk instruksi ini sendiri sudah dikenal dengan istilah Power On Selft Test. 

Cara kerja BIOS : untuk cara kerjanya bisa dimulai dari proses Inisialisasi. Pada saat proses ini sedang dilakukan, maka kalian bisa melihat adanya kapasitas memori yang telah tersedia , lalu melihat jenis hardisk beserta kapasitasnya, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dari hal ini nantinya BIOS akan segera mencari, menginisialisasi dan langsung menampilkan informasi dari kartu grafis. Terakhir untuk BIOS ini akan langsung mengecek adanya perangkat lain dan melakukan pemeriksaan RAM yakni Memory Count Up Test. setelah dirasa semua dari pemeriksaan ini berhasil untuk bisa dilakukan, maka BIOS akan langsung mencari lokasi booting atau tempatnya dari sistem operasi terinstal dan sesegera mungkin dalam mengalihkan proses ke sistem operasinya. 

Apa yang Dimaksudkan dengan Sistem Operasi ?

Untuk sistem operasi ini sudah menjadi perangkat lunak yang memang langsung bertugas untuk bisa melakukan manajemen perangkat keras dan juga operasi yang memang dilakukan oleh sistem komputernya yang termasuk di dalam menjalankan software yang memang bisa digunakan untuk membantu kegiatan manusianya. 

SISTEM OPERASI (OS) Pengertian sistem operasi, prosedur menghidupkan dan  mematikan komputer, perbedaan antara OS dan BIOS. - ppt download

Fungsi dari OS ini adalah menjadi Software pada lapisan pertama yang berlokasikan langsung di Harddisk komputer pada saat komputer sedang dinyalakan dinyalakan. Sedangkan untuk software lainnya akan langsung dijalankan setelah sistem operasi selanjutnya melakukan layanan dasar secara umum untuk software-software tersebut. Layanan dasar ini akan diakses ke hardisk , manajemen memori disebut dengan RAM, Scheduling Task serta dengan antarmuka pengguna. Bagian untuk melakukan tugas-tugas dasar ini dengan sangat amat umum tersebut dikenal dengan nama kernel. 

Perbedaan OS dan BIOS 

Berikut ini bisa kalian lihat mengenai perbedaan sistem operasi dengan BIOS yang didasari dari pengertian yang sebelumnya sudah kami tuliskan di atas tadi. Untuk lebih jelas, mari simak semua bacaan yang ada di bawah ini. 

Fungsi Sistem operasi : sistem operasi ini memang memiliki penjadwalan sistematis yang memang, langsung mencakup perihal perhitungan pada penggunaan memori, pemrosesan dan juga penyimpanan datanya, hingga sumber daya yang lainnya. Untuk fungsi dari perangkat keras lainnya, maka disini pengelolaan data masukan dan keluaran serta alokasi memori, sistem operasi bertindak sebagai sebuah jembatan atau sebuah perantara antara program aplikasi dengan perangkat keras yang ada. 

Fungsi BIOS : disini fungsinya akan memastikan bahwasannya komputer ataupun laptop telah memiliki langsung semua komponen dan juga fungsi yang memang diperlukan untuk memulai startup pada sistem operasinya. Contoh ini sendiri pada penggunaan memori RAM, Mouse, Keyboard, Monitor dan juga beberapa komponen yang lainnya. Jika memang terdapat kesalahan yang sedang terdeteksi padam pemeriksaannya, BIOS ini akan langsung memerintahkan komputer atau juga Laptop untuk bisa memberitahu pengguna bahwa ada masalah pada sistem yang berupa kode. 

Komponen Sistem Operasi :

  • Terdiri dari Mekanisme Booting yakni meletakkan kernel ke dalam memori.
  • Kernel ini adalah inti dari sebuah sistem operasi.
  • Lalu Command Interpreter dengan tugas dalam membaca masukan data dari pengguna.
  • Lalu ada Library yang mana menyediakan kumpulan fungsi dasar yang memang bisa digunakan oleh aplikasi yang lainnya. 
  • Terdapat Drive, dimana fungsinya memang untuk langsung berinteraksi dengan Hardware yang ada di luar sistem dan sekaligus bisa mengontrolnya.
  • Resource Allocator untuk mengendalikan sistem agar nantinya terhindar dari kesalahan pada penggunaan resource yang tidak perlu.

Komponen BIOS :

  • Terdapat BIOS Setup yang bisa mengubah pengaturan komputer sesuai dengan keinginan. Parameter, akan langsung diubah menjadi urutan booting komputer dan lainnya. 
  • Driver di BIOS bisa langsung diperuntukan bagi hardware dasar dari sebuah laptop seperti Video Adapter, Prosesor dan beberapa perangkat lainnya yang akan langsung digunakan untuk sistem operasi DOS. 
  • Adanya program bootstraper utama.

Tampilan dari Antarmuka : di antara kedua sistem ini berbeda. Sistem dari 2 jenis tampilan antarmuka ini yakni CLI atau Antarmuka berbasis teks dan juga GUI atau antarmuka dengan berbasis gambar. BIOS ini memiliki satu jenis antarmuka yakni CLI. Walau berbeda, BIOS menggunakan tampilan gambar dan hal tersebut bukan berarti BIOS yang menggunakan CLI. 

Jenis-Jenis dari Sistem Operasi Komputer : 

  • Microsoft Windows yang langsung dimulai dari Windows XP sampai dengan Windows 10. 
  • Linux dari berbagai distro turunannya yakni Ubuntu, Linux Mint, Debian, Suse, dan masih banyak lagi lainnya. 
  • iOS dan Android dengan berbagai versinya dari Gingerbread sampai dengan Android Pie. 

Jenis-Jenis BIOS :

  • Terdapat Phoenix BIOS
  • Terdapat Award BIOS 
  • Terdapat Ami BIOS 
  • Terdapat Award Modular BIOS
  • Terdapat Award Medallion BIOS 
  • Lalu ada HP BIOS dan lain-lainnya. 

Itulah perbedaan-perbedaan yang bisa kami beritahukan mengenai Sistem Operasi dan BIOS.

Comments are Disabled